Laman Lamunan

Putih. Bersih. Mereka bilang itu hal yang baik. Namun tidak untukku. Tidak sepenuhnya. Karena bagiku itu merupakan tanda kekosongan. Belum terisi. Belum terukir. Belum terwarnai. Belum indah. Bagai sebuah buku kosong. Yang menunggu untuk diisi. Dengan tulisan. Dengan gambar. Atau apapun untuk mengisi tiap lamannya.

Hitam. Kelam. Mereka bilang itu hal yang buruk. Namun tidak untukku. Tidak sepenuhnya. Karena bagiku itu merupakan tanda kehampaan. Sunyi. Sepi. Sedih. Bagai sebuah ruang. Yang mungkin nyaman ditempati. Meski hanya untuk melamun.

Disini ku terdiam. Di ruang gelap itu. Sendiri. Tanpa suara. Mungkin terdengar sayup lantunan merdu dari luar. Melamun. Tanpa arti. Berfantasi. Tanpa henti. Satu perbedaan. Lamunanku kusalurkan. Tersalur pada laman putih. Yang akan terisi oleh huruf-huruf hitam. Dan menjadi laman lamunan ku.

September, 2017
-Res-

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Datang tuk Merubah

Realita Harapan

Malu Merindu